Press ESC to close

5 Kesalahan Langganan ERP yang Harus Pengusaha Ketahui

Sistem ERP (Enterprise Resource Planning) kini menjadi tulang punggung banyak bisnis dalam mengelola operasional secara terintegrasi. Mulai dari keuangan, stok, penjualan, hingga laporan manajemen dapat diakses dalam satu sistem. Namun, tidak sedikit pengusaha yang justru merasa ERP tidak memberi dampak signifikan, bahkan menjadi beban biaya. Hal ini umumnya terjadi bukan karena sistemnya, melainkan karena kesalahan saat berlangganan dan mengimplementasikan ERP.

Berikut adalah lima kesalahan yang paling sering terjadi dan perlu diwaspadai oleh pengusaha.

Kesalahan Langganan ERP

Bagi yang belum tahu, mengenai kesalahan yang sering dilakukan pengusaha saat langganan ERP (Enterprise Resource Planning). Untuk informasi selengkapnya silahkan simak di bawah ini.

1. Memilih ERP Terlalu Mahal di Awal (Kesalahan yang Paling Sering Terjadi)

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah memilih ERP dengan biaya tinggi sejak awal, tanpa mempertimbangkan skala dan kebutuhan bisnis. Banyak pengusaha beranggapan bahwa ERP mahal identik dengan kualitas terbaik. Padahal, sistem yang terlalu kompleks sering kali tidak digunakan secara maksimal. Akibatnya, bisnis membayar mahal untuk fitur yang sebenarnya tidak dibutuhkan, sementara tim operasional justru kesulitan beradaptasi dengan sistem yang rumit.

2. Tidak Menyesuaikan ERP dengan Kebutuhan Bisnis

Setiap jenis bisnis memiliki alur kerja yang berbeda. ERP yang cocok untuk manufaktur belum tentu sesuai untuk ritel atau bisnis jasa. Kesalahan umum yang terjadi adalah memilih ERP tanpa analisis kebutuhan, sehingga sistem tidak mendukung proses kerja yang sebenarnya. Hal ini membuat bisnis harus menyesuaikan diri dengan sistem, bukan sebaliknya, yang pada akhirnya menghambat produktivitas.

3. Mengabaikan Biaya Tersembunyi dalam Langganan ERP

Banyak pengusaha hanya fokus pada harga langganan bulanan, tanpa memperhitungkan biaya tambahan lain. Biaya seperti setup awal, training pengguna, penambahan modul, hingga biaya support sering kali baru terasa setelah sistem berjalan. Jika tidak diperhitungkan sejak awal, total biaya ERP bisa jauh lebih besar dari yang direncanakan dan berdampak pada cash flow bisnis.

4. Tidak Memikirkan Skalabilitas Jangka Panjang

ERP seharusnya mampu tumbuh bersama bisnis. Kesalahan yang sering terjadi adalah memilih sistem yang tidak fleksibel untuk pengembangan. Ketika jumlah transaksi meningkat atau bisnis membuka cabang baru, ERP tidak mampu mengakomodasi kebutuhan tersebut. Akibatnya, perusahaan harus melakukan migrasi sistem di tengah jalan yang memakan waktu, biaya, dan risiko kehilangan data.

5. Kurangnya Edukasi dan Pendampingan Pengguna

ERP yang baik tetap membutuhkan pemahaman pengguna agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Tanpa edukasi dan pendampingan yang memadai, tim hanya menggunakan sebagian kecil fitur yang tersedia. Hal ini membuat potensi ERP tidak maksimal dan sistem terasa tidak berguna, padahal masalah utamanya ada pada proses adopsi, bukan pada teknologinya.

Dampak Kesalahan ERP bagi Bisnis

Jika kesalahan-kesalahan tersebut dibiarkan, bisnis dapat mengalami pemborosan biaya, operasional yang tidak efisien, serta data yang tidak akurat. Dalam jangka panjang, kondisi ini menghambat pengambilan keputusan dan pertumbuhan bisnis.

Solusi ERP Terjangkau dan Fleksibel dari Layana.id

Sebagai solusi, layana.id menawarkan layanan langganan ERP dengan harga terjangkau yang dirancang sesuai kebutuhan bisnis, khususnya UMKM dan perusahaan yang sedang berkembang. Sistem dapat disesuaikan dengan modul yang benar-benar dibutuhkan, sehingga biaya lebih efisien dan implementasi lebih mudah.

Dengan pendekatan yang tepat, penggunaan ERP dapat membantu bisnis meningkatkan efisiensi operasional hingga 20–40%, mengurangi kesalahan pencatatan hingga 30%, serta menekan biaya operasional sekitar 15–25% melalui proses kerja yang lebih rapi dan terintegrasi.