
Pasar teknologi bisnis berkembang sangat pesat dalam satu dekade terakhir. Ribuan perusahaan kini menyadari bahwa pengelolaan data secara manual hanya akan menghambat laju pertumbuhan bisnis mereka. Oleh karena itu, adopsi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) menjadi solusi utama untuk mengintegrasikan seluruh lini operasional dalam satu dashboard.
Memilih software ERP yang tepat seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi para pemilik bisnis. Banyaknya opsi di pasaran membuat perusahaan bingung menentukan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan industri mereka. Beberapa software unggul di fitur akuntansi, sementara yang lain lebih kuat di manajemen rantai pasok atau manufaktur.
Baca Juga : Custom ERP vs SaaS ERP: Mana yang Lebih Cocok untuk Bisnis Anda?
Artikel ini merangkum daftar software ERP yang paling banyak digunakan oleh perusahaan, baik di tingkat global maupun lokal di Indonesia. Kami mengulas keunggulan masing-masing platform agar Anda dapat mengambil keputusan investasi teknologi yang lebih cerdas dan terukur.
Daftar Software ERP Terpopuler
Berikut adalah pemain utama dalam industri ERP yang mendominasi pangsa pasar saat ini:
1. SAP
SAP adalah pemimpin pasar global yang tak terbantahkan untuk segmen enterprise atau korporasi skala besar. Sistem ini menawarkan fitur yang sangat mendalam dan kompleks untuk menangani operasional multinasional.
- Target Pengguna: Perusahaan multinasional, BUMN, dan manufaktur raksasa.
- Kelebihan: Standar keamanan tinggi, fitur sangat lengkap, dan skalabilitas masif.
- Kekurangan: Biaya lisensi dan implementasi sangat mahal, serta tampilan antarmuka (UI) yang cenderung kaku.
2. Oracle NetSuite
Oracle NetSuite menjadi pelopor ERP berbasis cloud pertama di dunia. Software ini sangat populer di kalangan perusahaan yang sedang melakukan ekspansi cepat (scale-up) karena fleksibilitasnya.
- Target Pengguna: Perusahaan menengah hingga besar (Mid-Enterprise).
- Kelebihan: 100% berbasis cloud, akses real-time dari mana saja, dan modul keuangan yang kuat.
- Kekurangan: Biaya berlangganan bisa meningkat drastis seiring penambahan pengguna.
3. Microsoft Dynamics 365
Jika perusahaan Anda sudah terbiasa dengan ekosistem Microsoft (Office, Outlook, Teams), maka Dynamics 365 adalah pilihan logis. Integrasi antar aplikasi menjadi nilai jual utama produk ini.
- Target Pengguna: Berbagai skala bisnis yang menggunakan ekosistem Microsoft.
- Kelebihan: Integrasi mulus dengan produk Microsoft lain dan fitur AI (Copilot) yang canggih.
- Kekurangan: Membutuhkan mitra implementasi yang ahli agar sistem berjalan optimal.
4. Odoo
Odoo mengguncang pasar dengan konsep open-source dan modular. Pengguna bisa memilih aplikasi yang mereka butuhkan saja, seperti modul POS, Inventaris, atau CRM secara terpisah.
- Target Pengguna: UKM hingga perusahaan menengah.
- Kelebihan: Biaya awal terjangkau, tampilan modern, dan sangat mudah dikustomisasi.
- Kekurangan: Versi komunitas (gratis) memiliki fitur terbatas, dan biaya bisa membengkak jika terlalu banyak kustomisasi modul.
5. Accurate Online
Untuk pasar lokal Indonesia, Accurate menjadi salah satu top-of-mind terutama untuk urusan akuntansi dan perpajakan. Software ini dirancang sesuai dengan standar akuntansi dan regulasi pajak di Indonesia.
- Target Pengguna: UMKM dan perusahaan dagang lokal.
- Kelebihan: Harga sangat terjangkau, sesuai regulasi pajak Indonesia (e-Faktur), dan mudah digunakan.
- Kekurangan: Fitur ERP selain akuntansi (seperti manufaktur kompleks atau HRIS) masih terbatas.
Tantangan Menggunakan Software Siap Pakai (SaaS)
Meskipun software di atas sangat populer, banyak perusahaan menemui kendala saat menggunakannya. Masalah utama biasanya terletak pada fleksibilitas. Software pabrikan (SaaS) memaksa Anda untuk mengikuti alur kerja yang sudah mereka tentukan. Anda seringkali harus mengubah SOP perusahaan agar sesuai dengan sistem, bukan sebaliknya.
Selain itu, biaya berlangganan (subscription) pada software populer sering kali menggunakan mata uang asing (Dollar). Hal ini membuat biaya operasional menjadi fluktuatif dan mahal dalam jangka panjang. Banyak perusahaan akhirnya merasa fitur yang mereka bayar tidak terpakai sepenuhnya (overkill), atau sebaliknya, fitur unik yang mereka butuhkan justru tidak tersedia.
Kesimpulan: Populer Belum Tentu Cocok
Menggunakan software yang populer memberikan rasa aman, namun belum tentu menjadi solusi terbaik untuk karakteristik unik bisnis Anda. Jika bisnis Anda memiliki alur kerja yang spesifik, rumit, dan tidak standar, mempertimbangkan ERP Kustom adalah langkah bijak.
Layana ID menawarkan solusi pengembangan Software ERP Kustom yang dirancang 100% mengikuti kebutuhan bisnis Anda. Kami membantu Anda memiliki aset teknologi sendiri tanpa biaya lisensi bulanan yang memberatkan, serta memastikan sistem berjalan sesuai SOP perusahaan Anda
Hubungi kami sekarang:
- Web: https://layana.id
- WhatsApp: 6281804251557
- Company Profile: Lihat di sini
Ikuti kami di media sosial:
- Instagram: @layana.id_
- TikTok: @layana.id
- LinkedIn: Layana ID
- YouTube: Layana ID
