Press ESC to close

OEE (Overall Equipment Effectiveness): Cara Mengukur Efisiensi Mesin Secara Digital

Apa Itu OEE dan Kenapa Penting

Dalam dunia manufaktur, istilah OEE (Overall Equipment Effectiveness) sudah seperti “nilai rapor” bagi sebuah mesin produksi.
Angka ini menunjukkan seberapa efektif mesin bekerja dibandingkan potensi maksimalnya.

OEE mengukur tiga hal utama:

  1. Availability (Ketersediaan) → Seberapa lama mesin benar-benar beroperasi dibanding waktu yang direncanakan.
  2. Performance (Kinerja) → Apakah mesin beroperasi pada kecepatan ideal atau sering melambat.
  3. Quality (Kualitas) → Berapa persen hasil produksi yang lolos QC tanpa cacat.

Jika ketiga faktor ini tinggi, berarti pabrik kamu efisien. Jika salah satunya lemah, ada waktu dan biaya yang terbuang.

Rumus Dasar OEE

Rumus sederhana OEE:

OEE=Availability×Performance×Quality\text{OEE} = \text{Availability} \times \text{Performance} \times \text{Quality}OEE=Availability×Performance×Quality

Contohnya:

  • Availability = 90%
  • Performance = 85%
  • Quality = 95%

Maka:
OEE = 0.9 × 0.85 × 0.95 = 0.726 atau 72.6%
Artinya: mesin hanya bekerja 72.6% dari kapasitas idealnya.
Menurut benchmark global:

  • >85% = kelas dunia
  • 60–85% = rata-rata industri
  • <60% = masih banyak potensi perbaikan

OEE di Pabrik Masih Manual Menjadi Masalah Umum

Di banyak pabrik (terutama di kawasan industri Karawang dan Cikarang), OEE masih dihitung manual.
Operator mencatat jam kerja mesin, hasil produksi, dan reject di form kertas, lalu diinput ke Excel.

Masalahnya:

  • Data sering terlambat.
  • Ada bias antar shift.
  • Tidak bisa menganalisis pola harian atau per jam.

Padahal satu jam downtime tidak tercatat bisa berarti puluhan juta rupiah hilang tanpa disadari.

Monitoring OEE Secara Digital

Dengan sistem IoT dan integrasi ERP, data OEE bisa dihitung otomatis dari mesin.

Alurnya:

  1. Sensor membaca status mesin (RUN, STOP, IDLE).
  2. Data dikirim ke sistem digital secara real-time.
  3. Sistem otomatis menghitung tiga komponen OEE berdasarkan data aktual:
    • Waktu aktif mesin → Availability
    • Kecepatan produksi → Performance
    • Jumlah reject → Quality
  4. Hasilnya tampil di dashboard lengkap dengan grafik dan notifikasi jika ada anomali.

Supervisor bisa langsung tahu mesin mana yang paling efisien, dan mana yang perlu dicek ulang.

Contoh Kasus: Pabrik Komponen Otomotif di Karawang

Sebelum digitalisasi:

  • OEE dihitung manual sekali per minggu.
  • Laporan sering berbeda antar shift.
  • Manajemen sulit tahu penyebab penurunan efisiensi.

Setelah digital monitoring diimplementasikan:

  • Sensor dipasang di mesin press dan injection molding.
  • Dashboard menampilkan OEE real-time setiap mesin.
  • Sistem otomatis mengirim alert jika OEE <70%.

Hasil:

  • OEE rata-rata meningkat dari 64% → 83% dalam 3 bulan.
  • Downtime tak terdeteksi berkurang 42%.
  • Manajemen bisa memprediksi jadwal maintenance sebelum mesin rusak.

Contoh Perhitungan Nyata

FaktorSebelum DigitalisasiSetelah Digitalisasi
Availability78%90%
Performance80%87%
Quality92%96%
OEE Total57%75%

Efeknya?

  • Produksi lebih stabil,
  • Waktu lembur menurun,
  • Biaya maintenance tak terduga ikut turun.

Kenapa OEE Digital Lebih Akurat

  1. Data Real-Time, Bukan Rekap Manual
    Tidak ada delay antara kejadian dan laporan.
  2. Deteksi Pola Otomatis
    Sistem bisa mengenali jam-jam atau shift dengan performa terendah.
  3. Integrasi dengan Maintenance System
    Jika OEE turun di bawah ambang batas, sistem bisa langsung membuat tiket maintenance otomatis.
  4. Analisis Historis & Prediktif
    Dari data OEE mingguan, pabrik bisa tahu tren performa dan merencanakan perbaikan jangka panjang.

Langkah Implementasi OEE Digital

  1. Mapping Mesin Produksi
    Tentukan mesin prioritas yang ingin dimonitor.
  2. Pasang Sensor / IoT Device
    Ambil data real-time dari panel mesin (PLC atau relay output).
  3. Hubungkan ke Sistem ERP / Dashboard
    Gunakan API untuk sinkronisasi otomatis.
  4. Bangun Dashboard OEE Live
    Menampilkan Availability, Performance, dan Quality secara visual.
  5. Tambahkan Notifikasi & Analitik
    Untuk alert otomatis dan insight efisiensi.

Kuncinya bukan banyaknya data, tapi kemampuan sistem membaca dan mengubahnya menjadi keputusan.

Selama ini, banyak pabrik fokus pada output: berapa banyak barang diproduksi.
Padahal yang jauh lebih penting adalah bagaimana barang itu diproduksi.

Efisiensi bukan berarti bekerja lebih keras, tapi memahami kapan, di mana, dan kenapa mesin kehilangan waktu. OEE digital menjadi langkah pertama menuju Smart Factory yang sesungguhnya.

Layana.ID membantu pabrik di seluruh Indonesia mengimplementasikan sistem OEE digital, menghubungkan mesin dengan dashboard ERP agar efisiensi mesin dan produktivitas bisa dipantau secara real-time.

Kami rancang solusi IoT, API, dan sistem analitik yang sesuai kebutuhan tiap lini produksi. Kunjungi www.layana.id untuk konsultasi kebutuhan perusahaan gratis.